Facebook Twitter LinkedIn RSS
magnify
Home Buku Archive for category "Pengembangan Diri"
formats

Laa Yahtasib by Umyung Mustika

laa yahtasibFresh From Dapur Buku’s Oven!

Judul: Laa Yahtasib, 9 Kunci Membuka Rezeki Allah dari Jalan yang Tak Disangka-sangka
Penulis: Umyung Mustika
Jenis buku: Motivasi
Tebal: xxxii + 178 halaman
Ukuran: 13 x 19 cm
Sampul: Hard cover
Harga: Rp 75.000(*)
ISBN: 978-602-7749-13-9

Bonus Gratis:
Album Umrah & Haji: 5 Yang Sempurna
Bersama Justice Voice, Ust. M. Arifin Ilham & Umyung Mustika

Sinopsis:

Dulu berhutang 1M, kini beromset 6M. Itulah pengalaman Umyung Mustika dalam meraih sukses. Hidupnya yang dulu terpuruk karena banyak hutang, kini sukses menjadi salah seorang pemilik perusahaan travel haji terbesar di Indonesia; PT Arminareka Perdana.

Bagaimana kiat Umyung Mustika dalam mengatasi keterpurukan hidupnya, dan berjuang menjadi orang sukses seperti saat ini? Jawabannya bisa Anda temukan pada buku ini. Dengan gamblang dan bahasa yang sangat lugas dan menyentuh, penulis menceritakan “9 amalan” yang dia praktekkan, dan terbukti “keampuhannya.

Sembilan amalan tersebut bukan jampi-jampi atau semacamnya, melainkan ajaran-ajaran dari Al Quran dan Hadits yang selama ini mungkin kita lupakan, yakni:

  1. Merendahkan hati dan berbaik sangka kepada Allah
  2. Mohon ampun dan tawakkal melalui shalat tahajud dan dhuha
  3. Dzikir dan doa
  4. Pandai bersyukur
  5. Niat dan impian yang kuat
  6. Doa restu kedua orang tua
  7. Bersedekah
  8. Silaturahmi
  9. Selalu berpikir dan berbuat rahmatan lil alamin

Umyung Mustika berhasil membuktikan, bahwa dengan menerapkan “9 amalan” di atas, dia mendapat banyak sekali rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.

Sejumlah testimoni di bagian akhir buku ini pun memberikan bukti lainnya bahwa banyak sekali umat Muslim yang sukses dalam menerapkan “9 amalan” ala Umyung Mustika ini.

“Apa yang disampaikan bang Umyung Mustika, menjadi sangat istimewa, karena bang Umyung mampu bangkit dan meraih sukses dengan tuntunan Al Quran dan Hadits.” (KH. Muhammad Arifin Ilham, Pengasuh Majelis Dzikir Az-Zikra)

“Buku Laa Yahtasib ini layak untuk dimiliki seluruh umat dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak. Saya akan merekomendasikan buku ini wajib untuk dimiliki dan dibaca oleh anggota Hipmikindo yang ada di seluruh tanah air.” (Drs. H. Muhammad A. Zain Pandjaitan, M.Si, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hipmikindo [Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia])

“Buku ini bisa saling melengkapi dengan buku 7 Keajaiban Rezeki karya Ippho Santosa. Keduanya bagus, dan sama-sama penting dibaca oleh siapa saja yang ingin meraih sukses dunia dan akhirat.” (Jonru, penulis buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat)

* * *

Keterangan:
tokobuku_gramedia(*) Buku ini hanya bisa dibeli di toko buku Gramedia se-Indonesia (mulai awal Desember 2012). Untuk sementara belum bisa dibeli secara online.

 
2 Comments  comments 
formats

Berpikir Pola Konstruktif versus Pola Pandir by Najamuddin, SE

Fresh from Dapur Buku’s Oven!

Judul: Berpikir Pola Konstruktif versus Pola Pandir
Penulis: Najamuddin, SE
Jenis buku: pengembangan diri
Tebal: 96 halaman
Harga: Rp 39.500 plus ongkir
ISBN: -
Ketersediaan: print on demand

Sinopsis

Pesan pendiri  Negara bagi segenap warga bangsa Indonesia yang termuat dalam pembukaan UUD’45 bahwa: “Kemerdekaan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Apa arti pesan ini, dan mengapa pesan ini terjadi, marilah kita berpikir jernih dan jujur pesan ini secara implisit maupun eksplisit adalah pengakuan bahwa bangsa Indonesia itu karena lengah (baca:” bodoh”) maka bisa dijajah penjajah asing (Belanda, Inggris dan Jepang) dan akibat penjajahan itu juga bangsa Indonesia semakin bodoh ! karena penjajah terutama Belanda berkepentingan agar bangsa jajahannya bodoh demi keberlangsungan penjajahannya.

Pesan ini dibuat agar bangsa Indonesia setelah merdeka berubah menjadi cerdas agar dapat hidup sejajar dengan bangsa bangsa lain di duni, dan jangan terulang lagi kembali terjajah dalam bentuk apapun dan oleh bangsa manapun.

 

Namun sayang sampai sekarang setelah lebih setengah abad merdeka kebodohan itu masih berlangsung sehingga cita cita para pendiri Negara tersebut tidak berhasil.

Mengapa kebodohan itu masih terjadi…? Pertama tama bangsa ini tidak pernah menginventarisir apa saja yang menjadi kebodohan bangsa tersebut, kedua bangsa ini menyangka hanya dengan pendidikan bangsa ini akan cerdas, ternyata tidak cukup hanya dengan pendidikan, kalau cara berpikirnya tidak dirubah dari cara berpikir yang pandir dan atau sawa’un serta tahayul ke cara berpikir konstruktif. Lulusan sekolah dan atau universitas dari S0, S1 s/d Professor di Indonesia cara berpikirnya tidak berbeda dengan warga yang buta huruf.

 

Cara berpikir yang cerdas itu haruslah POLA PIKIR KONSTRUKTIF .

Banyak sekali kerugian bangsa terjadi di tengah perjalanan bangsa ini akibat tidak menggunakan pola pikir yang cerdas yaitu pola pikir konstruktif. Peristiwa yang merugikan akan selalu dan terus terjadi dengan volume kerugian yang besar bahkan dapat menghancurkan Negara apabila bangsa ini tidak mengenal dan menjalankan pola pikir konstruktif.

 

Setiap warga selayaknya mengenal dan menggunakan pola pikir konstruktif yang termuat dalam buku: “Berpikir Pola Konstruktif Versus Pola Pandir”.  Buku ini sangat perlu dibaca segenap masyarakat , para pelajar, Mahasiswa, cendikiawan, para pejabat eksekutif  dan legislative serta para pengambil keputusan lainnya. Supaya dapat menangkap kebenaran, dan menjadi bangsa yang cerdas.

Pesan Buku ini Di Multiply.com (Sistem Otomatis)

Pesan Buku Ini via SMS (Sistem Manual)

 
No Comments  comments