Info Biaya Penerbitan Buku

“Kalau ingin menerbitkan buku secara self publishing, berapa biayanya?”
“Saya ingin mencetak buku 1.000 eksemplar. Berapa biayanya?”
“Berapa biaya untuk mencetak buku di Dapur Buku?”

Itu adalah sejumlah pertanyaan yang paling sering diajukan seputar penerbitan dan percetakan buku. Jawabannya, “Sangat relatif!”

Biaya cetak dipengaruhi banyak hal; Ukuran  kertas, kualitas cetak, jumlah halaman, dan sebagainya. Siapapun tak bisa memberi jawaban tepat jika pertanyaan Anda hanya bersifat umum seperti di atas.

Karena itulah, jika Anda SERIUS ingin mengetahui berapa biaya cetak untuk buku Anda, silahkan:

  1. Sebutkan spesifikasi teknis buku Anda dengan cara mengisi formulir sederhana yang tersedia pada menu Spesifikasi Teknis Buku Anda di bawah ini.
  2. HUBUNGI KAMI untuk menginformasikan spesifikasi teknis tersebut.
  3. Baca menu-menu lainnya di bawah ini, yang berisi informasi dan referensi penting seputar penerbitan dan percetakan buku.

Spesifikasi Teknis Buku Anda

Agar kami dapat memberikan jawaban yang tepat mengenai biaya cetak buku Anda, diharapkan kerjasama Anda untuk melengkapi pertanyaan-pertanyaan di atas dengan data spesifikasi teknis buku Anda, yaitu:

I. Untuk naskah yang masih berupa ketikan Ms Word

Maksudnya, naskah Anda masih akan didesain ulang, atau masih harus diubah di sana-sini sebelum dicetak.

Pastikan formatnya adalah sebagai berikut:

- Ukuran kertas A4
- Margin default (tidak perlu mengubah margin standar pada Ms Word, dibiarkan saja apa adanya)
- Spasi 1,5
- Font (huruf) menggunakan Times New Roman ukuran 12

Jika naskah Anda belum sesuai dengan format di atas, coba diubah dulu. Setelah itu, silahkan kirim atau informasikan data teknis berikut kepada kami:

- Kondisi naskah: Ketikan Ms Word, masih akan didesain ulang sebelum dicetak
- Jumlah halaman: …………..
- Bukunya mau dicetak berapa eksemplar?(*) …………….
- Apakah naskah ini akan didesain ulang dengan ukuran yang berbeda dengan ketikan Ms Word? …. Ya / Tidak
- Jika Ya, sebutkan ukuran buku setelah didesain ulang: ….. cm X ….. cm
- Jenis kertas yang digunakan untuk ISI buku: ………………
- Apakah ada ISI buku yang akan dicetak warna? Jika ada, sebutkan berapa halaman: ……….

II. Untuk naskah yang sudah fix (siap cetak)

Maksudnya, naskah Anda sudah siap cetak (biasanya berformat file PDF), tak akan diubah lagi sedikit pun.

Silahkan kirim atau informasikan data teknis berikut kepada kami:

- Kondisi naskah: Siap cetak, sudah fix, tak akan diubah lagi
- Jumlah halaman: …………..
- Bukunya mau dicetak berapa eksemplar?(*) …………….
- Ukuran buku: ….. cm X ….. cm
- Jenis kertas yang digunakan untuk ISI buku: ………………
- Apakah ada ISI buku yang akan dicetak warna? Jika ada, sebutkan berapa halaman: ……….

Keterangan:
(*) Eksemplar sama artinya dengan unit atau buah. Jadi 1 eksemplar buku sama artinya dengan 1 unit buku atau 1 buah buku.

PENTING:
Asumsi Dasar tentang Biaya Cetak Buku

Spesifikasi teknis buku sebenarnya sangat beragam. Variasinya bisa seperti apa saja. Semuanya serba bebas, tergantung permintaan dan keinginan si pemilik buku. Anda bisa mencetak buku dengan format dan spesifikasi teknis seperti apapun yang Anda inginkan. Dan masing-masing spesifikasi tentu menyebabkan biaya cetak yang berbeda-beda pula.

Karena itu, dalam menginformasikan biaya cetak kepada Anda, kami dari Dapur Buku berpedoman pada ASUMSI DASAR bahwa buku Anda dicetak dengan spesifikasi standar sebagai berikut:

- ISI buku dicetak dengan warna hitam putih semua
- ISI buku menggunakan kertas book paper 53 gram atau HVS 70 gram
- Cover buku menggunakan kertas art paper 230 gram, finishing DOF atau glossy
- Penjilidan menggunakan lem panas, perfect binding.

Anda BOLEH mencetak buku dengan spesifikasi teknis yang berbeda dengan data teknis di atas. Semua bebas-bebas saja, sesuai permintaan/keinginan Anda.  Namun tentu saja, spesifikasi teknis tersebut akan berpengaruh terhadap harga. Akan ada biaya tambahan jika spesifikasi teknis buku Anda lebih tinggi dari asumsi dasar yang kami tetapkan.

Silahkan hubungi kami untuk menjelaskan spesifikasi teknis buku yang Anda inginkan.

Percetakan vs Penerbitan

Selama ini, banyak sekali orang yang tidak bisa membedakan antara pencetakan dengan penerbitan. Bahkan banyak orang yang mengira keduanya sama saja. Padahal keduanya sangat jauh berbeda.

Percetakan

Jika selama ini Anda sering mendengar atau menggunakan istilah ngeprint, maka itu sebenarnya sama dengan percetakan. Anda mengubah file di komputer menjadi hasil cetakan di atas kertas. Itulah percetakan!

Dengan kata lain, “mencetak buku” sama artinya dengan “memperbanyak buku”. Bayangkan saja seperti ketika Anda memfotokopi dokumen. Percetakan sebenarnya hanya sesederhana itu. Bedanya, teknologi pada percetakan tentu jauh lebih canggih dibanding fotokopi.

NB: Analogi “fotokopi” yang kami gunakan bukan berarti hasil cetakan buku di Dapur Buku kurang berkualitas. Insya Allah hasil cetakan kami sudah setara dengan buku-buku yang dijual di Gramedia. Penggunaan analogi “fotokopi” hanya bertujuan untuk memudahkan pemahaman Anda terhadap istilah percetakan.

Penerbitan Buku

Penerbitan buku adalah sebuah proses produksi, di mana sebuah naskah diolah melalui tahap produksi tertentu, sehingga naskah tersebut menjadi buku yang siap dibaca oleh khalayak ramai.

Penerbitan buku mencakup tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. penyediaan naskah
2. pembuatan dan perancangan konsep buku
3. penulisan naskah
4. editing naskah
5. desain isi naskah (biasa disebut setting & layout)
6. pembuatan cover buku
7. pengurusan ISBN
8. pruufing (cek akhir sebelum buku dicetak)
9. proses percetakan
10. distribusi
11. pemasaran
12. penjualan

Dari tahapan-tahapan di atas, terlihat dengan jelas bahwa percetakan (lihat nomor 9) hanyalah salah satu unsur dari sebuah proses penerbitan buku.

Biaya Cetak vs Biaya Penerbitan

Karena percetakan dan penerbitan itu berbeda, tentu biaya cetak dan biaya penerbitan pun tidak sama. Biaya cetak adalah biaya untuk memperbanyak sebuah buku. Sementara biaya penerbitan adalah biaya yang mencakup seluruh proses produksi penerbitan, seperti  biaya editing, biaya setting layout, biaya pembuatan cover buku, dan sebagainya.

Sekadar Info:
Tarif yang terdapat pada halaman Paket Penerbitan Dapur Buku adalah biaya penerbitan, ditambah biaya untuk mencetak buku Anda sejumlah eksemplar yang ditetapkan.

Misalnya jika Anda mengambil Paket ProTerbit 4. Maka tarif yang tercantum di sana adalah biaya untuk menerbitkan buku (editing, setting layout, pembuatan cover, dan sebagainya), plus biaya untuk mencetak buku Anda sebanyk 4 eksemplar.

Cetak Offset vs Print On Demand (POD)

Saat ini, ada dua jenis teknologi yang digunakan oleh percetakan, yakni:
- mencetak buku dengan mesin offset
- mencetak buku dengan mesin cetak digital (print on demand atau POD)

Walau istilah-istilah ini bersifat teknis, sangat penting bagi Anda untuk mengetahuinya. Terlebih bagi Anda yang hendak mencetak atau menerbitkan buku.

Cetak Offset

Pada mesin cetak offset, naskah buku Anda yang berupa file di komputer, diubah dulu menjadi film, lalu diubah lagi menjadi plate. Setelah itu baru dicetak.

Biaya pembuatan film dan plate relatif mahal. Karena mahal itulah, tentu tidak efektif bila buku Anda dicetak dalam jumlah sedikit. Sebab ada unsur biaya tetap yang dibebankan kepada setiap eksemplar buku.

Agar lebih jelas, berikut contoh perhitungannya (angka-angka di sini hanya ilustrasi, bukan biaya riil):

- Biaya pembuatan film dan plate: Rp 5.000.000
- Jumlah buku yang dicetak: 10 eksemplar

Maka jika yang dihitung hanya biaya pembuatan film/plate, biaya untuk mencetak setiap eksemplar buku adalah Rp 5.000.000 / 100 eksemplar = Rp 500.00

Jika buku dicetak sebanyak 100 eksemplar, maka biaya pereksemplar adalah Rp 50.000

Jika buku dicetak sebanyak 1.000 eksemplar, maka biaya pereksemplar adalah Rp 5.000

NB: Perhitungan di atas dibuat dengan asumsi bahwa unsur biaya hanya mencakup biaya pembuatan film dan plate. Pada faktanya, tentu masih banyak unsur biaya lain yang harus dihitung dalam proses percetakan buku.

Dari contoh perhitungan di atas, terlihat jelas bahwa:
Semakin banyak jumlah buku yang dicetak, maka biaya pereksemplar akan semakin murah.

Karena itulah, pada percetakan offset, jumlah buku yang dicetak biasanya minimal 3.000 eksemplar. Agar biaya cetak perunit menjadi murah.

Namun karena teknologi cetak semakin canggih, saat ini banyak mesin cetak offset yang bisa mencetak buku dalam jumlah sedikit (misalnya 100 eksemplar) dengan biaya yang jauh lebih murah.

Cetak Digital atau Print On Demand (POD)

Secara teknis, cetak digital memiliki tahapan produksi yang sama dengan printer di rumah Anda. Dari file langsung dicetak di atas kertas. Hanya sesederhana itu. Tanpa adanya film dan plate.

Karena tanpa film dan plate, maka tak ada unsur biaya tetap. Besarnya biaya pun tidak dipengaruhi oleh jumlah eksemplar buku yang dicetak. Jika Anda mencetak buku sebanyak 1 eksemplar atau 2.000 eksemplar pun, biaya pereksemplarnya sama saja. Kalaupun ada perbedaan, hanya beda tipis.

* * *

Mesin cetak offset sudah berusia ratusan tahun. Sementara mesin cetak digital baru hadir sejak sekitar tahun 1993.

Hadirnya mesin cetak digital pun melahirkan sebuah istilah baru di dunia penerbitan, yakni Print On Demand atau POD. Maksudnya, buku bisa dicetak sesuai pesanan. Anda pesan 1 eksemplar, maka dicetak 1 eksemplar saja. Kok bisa? Karena tidak ada biaya tetap tadi. Karena biaya cetak buku relatif stabil, tidak tergantung dari banyaknya eksemplar buku yang dicetak.

Teknologi POD inilah – antara lain – yang menyebabkan kami di Dapur Buku bisa menawarkan beragam Paket Penerbitan, mulai dari paket PeDe Basic yang tarifnya sangat murah. Sebab jumlah buku yang dicetak hanya sedikit.

Teknologi POD menyebabkan kami bisa mencetak buku dengan jumlah eksemplar berapapun. Bahkan 1 eksemplar pun bisa.

Kualitas Cetak Mesin Digital (POD)

Tak perlu khawatir! Kualitas cetak mesin digital TIDAK SAMA dengan kualitas cetak printer di rumah Anda. Sebab mesin digital untuk mencetak buku, tentu saja teknologinya jauh lebih canggih.

Buku-buku yang diterbitkan oleh Dapur Buku, saat ini memiliki kualitas cetak yang bisa disejajarkan dengan buku-buku terbitan Gramedia, walau dicetak secara POD dengan mesin cetak digital.

Kelemahan POD

Memang, ada kelemahan POD yang tak bisa dipungkiri. Biaya cetak menjadi jauh lebih mahal. Misalnya ada buku yang dicetak dengan mesin offset sebanyak 3.000 eksemplar dan biaya cetaknya Rp 5.000 pereksemplar. Jika dicetak dengan sistem POD, maka biaya cetak tersebut bisa menjadi Rp 20.000 atau Rp 30.000 pereksemplar dan sebagainya. Tentu jauh lebih mahal.

Karena beda jauh itulah, cetak POD sebenarnya hanya ideal bagi Anda yang:

- punya anggaran terbatas
- hanya ingin mencetak buku dalam jumlah sedikit, misalnya 4 atau 100 eksemplar saja.

Solusi Penerbitan/Percetakan Buku sesuai Anggaran Anda

Teknologi mesin cetak offset dan digital menyebabkan Anda bisa menerbitkan atau mencetak buku dengan format dan konsep apapun. Sangat fleksibel. Anda bisa mencetak atau menerbitkan buku sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan anggaran yang tersedia.

1. Jika Anda hendak menerbitkan buku (bukan sekadar mencetak) dengan tarif yang relatif murah dan jumlah buku tercetak antara 4 hingga 200 eksemplar, kami sarankan untuk memilih salah satu dari beragam Paket Penerbitan yang tersedia di Dapur Buku. Info selengkapnya, KLIK DI SINI >>

2. Jika Anda ingin mencetak buku (di luar Paket Penerbitan) dan memiliki anggaran yang relatif besar (misalnya Rp 10 juta atau Rp 30 juta), maka kami bisa mencetak buku Anda dengan mesin cetak offset, dengan biaya pereksemplar yang relatif sangat murah.

3. Jika Anda hendak mencetak buku (di luar Paket Penerbitan) dan memiliki anggaran terbatas (misalnya hanya Rp 100.000 atau Rp 1.000.000), maka kami bisa mencetak buku Anda dengan sistem Print On Demand.

Silahkan HUBUNGI KAMI untuk membicarakan konsep dan format percetakan/penerbitan buku yang sesuai keinginan, kebutuhan dan anggaran Anda.