Fresh from Dapur Buku’s Oven!
Judul: Berpikir Pola Konstruktif versus Pola Pandir
Penulis: Najamuddin, SE
Jenis buku: pengembangan diri
Tebal: 96 halaman
Harga: Rp 39.500 plus ongkir
ISBN: -
Ketersediaan: print on demand
Sinopsis
Pesan pendiri Negara bagi segenap warga bangsa Indonesia yang termuat dalam pembukaan UUD’45 bahwa: “Kemerdekaan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Apa arti pesan ini, dan mengapa pesan ini terjadi, marilah kita berpikir jernih dan jujur pesan ini secara implisit maupun eksplisit adalah pengakuan bahwa bangsa Indonesia itu karena lengah (baca:” bodoh”) maka bisa dijajah penjajah asing (Belanda, Inggris dan Jepang) dan akibat penjajahan itu juga bangsa Indonesia semakin bodoh ! karena penjajah terutama Belanda berkepentingan agar bangsa jajahannya bodoh demi keberlangsungan penjajahannya.
Pesan ini dibuat agar bangsa Indonesia setelah merdeka berubah menjadi cerdas agar dapat hidup sejajar dengan bangsa bangsa lain di duni, dan jangan terulang lagi kembali terjajah dalam bentuk apapun dan oleh bangsa manapun.
Namun sayang sampai sekarang setelah lebih setengah abad merdeka kebodohan itu masih berlangsung sehingga cita cita para pendiri Negara tersebut tidak berhasil.
Mengapa kebodohan itu masih terjadi…? Pertama tama bangsa ini tidak pernah menginventarisir apa saja yang menjadi kebodohan bangsa tersebut, kedua bangsa ini menyangka hanya dengan pendidikan bangsa ini akan cerdas, ternyata tidak cukup hanya dengan pendidikan, kalau cara berpikirnya tidak dirubah dari cara berpikir yang pandir dan atau sawa’un serta tahayul ke cara berpikir konstruktif. Lulusan sekolah dan atau universitas dari S0, S1 s/d Professor di Indonesia cara berpikirnya tidak berbeda dengan warga yang buta huruf.
Cara berpikir yang cerdas itu haruslah POLA PIKIR KONSTRUKTIF .
Banyak sekali kerugian bangsa terjadi di tengah perjalanan bangsa ini akibat tidak menggunakan pola pikir yang cerdas yaitu pola pikir konstruktif. Peristiwa yang merugikan akan selalu dan terus terjadi dengan volume kerugian yang besar bahkan dapat menghancurkan Negara apabila bangsa ini tidak mengenal dan menjalankan pola pikir konstruktif.
Setiap warga selayaknya mengenal dan menggunakan pola pikir konstruktif yang termuat dalam buku: “Berpikir Pola Konstruktif Versus Pola Pandir”. Buku ini sangat perlu dibaca segenap masyarakat , para pelajar, Mahasiswa, cendikiawan, para pejabat eksekutif dan legislative serta para pengambil keputusan lainnya. Supaya dapat menangkap kebenaran, dan menjadi bangsa yang cerdas.

